Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Klaten menggelar rapat koordinasi penguatan kemandirian ekonomi bersama 68 perwakilan pondok pesantren di Kopi Lawang Pari, Rabu (15/4/2026). Agenda strategis ini dirancang untuk menggali potensi kemandirian ekonomi pesantren agar lembaga pendidikan agama tersebut mampu menopang kebutuhan operasionalnya secara swadaya.
Pertemuan penting ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Klaten, Khumaidin, didampingi Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Mufidatun Khoiriyah, dengan mengundang, Widi Andayani, dari PERSADA Yogyakarta sebagai narasumber. Dalam arahannya, Khumaidin menegaskan, “Pesantren memiliki potensi besar dalam kemandirian ekonomi untuk berkembang lebih kuat di masa mendatang, dan Kemenag hadir menginisiasi upaya ini sekaligus mengawal pelestarian lingkungan di pesantren.” Inisiatif ramah lingkungan tersebut diharapkan mampu menciptakan unit usaha pesantren yang tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga membawa keberkahan bagi alam sekitar.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Mufidatun Khoiriyah, menambahkan bahwa kemandirian ini harus segera diwujudkan melalui dorongan kreativitas dari dalam tubuh pesantren itu sendiri. Para pengurus dituntut untuk lebih jeli memunculkan daya cipta santri agar roda perekonomian internal dapat bergerak produktif secara berkelanjutan. Hasil dari inovasi wirausaha ini nantinya akan berdampak langsung sebagai pilar penopang utama bagi kelancaran operasional pendidikan para santri sehari-hari.
Visi kemandirian yang digagas di Klaten ini ternyata sangat selaras dengan semangat program Pesantren Berdaya yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto. Program berskala nasional tersebut memang menargetkan agar seluruh pondok pesantren di Indonesia bisa tampil lebih mandiri, maju, dan memiliki daya saing yang tinggi. Sinergi kebijakan dari tingkat pusat hingga ke daerah ini membuktikan keseriusan negara dalam mengangkat derajat institusi pendidikan Islam ke level yang lebih profesional.

Pemberdayaan tata kelola keuangan di lingkungan pesantren ini akan memberikan efek ganda yang sangat positif bagi kesejahteraan masyarakat luas. Lembaga yang berdaya tidak hanya sekadar melahirkan lulusan ahli agama, melainkan juga sukses mencetak generasi wirausahawan muda yang tangguh. Kemapanan ekonomi umat yang dibangun dari akar rumput ini menjadi jalan utama untuk mewujudkan peradaban daerah yang jauh lebih makmur dan sejahtera.

























