Humas (Klaten) — Suasana bulan suci Ramadan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten terasa semakin khusyuk dengan rutinitas kultum bakda salat zuhur yang digelar setiap hari Senin hingga Kamis. Kegiatan spiritual ini menjadi momen penting bagi seluruh pegawai untuk sejenak menepi dari kesibukan kerja demi menyegarkan kembali komitmen pelayanan mereka kepada masyarakat luas.
Dalam kesempatan kali ini, Kepala Kantor Kemenag Klaten, Khumaidin, mengisi sesi pencerahan rohani ini dengan bahasa yang membumi dan mudah dipahami oleh seluruh pegawai. Ia mengajak jajarannya untuk memaknai puasa tidak hanya sebatas menahan lapar, tetapi juga sebagai wadah menggembleng integritas diri sebagai abdi negara. Harapannya, kualitas spiritual yang meningkat selama bulan puasa akan berbanding lurus dengan keramahan dan ketulusan pegawai saat melayani warga yang datang ke kantor.

Dalam salah satu ceramahnya, Khumaidin secara khusus menyoroti tantangan terbesar manusia saat berpuasa, yakni pengendalian diri dari berbagai godaan duniawi. “Ramadan adalah momentum emas untuk mengekang hawa nafsu secara keseluruhan, agar kita kembali menjadi pribadi yang jernih dan lebih tangguh dalam mengemban amanah pekerjaan,” pesannya dengan tegas di hadapan para jamaah. Pesan mendalam ini sengaja ditanamkan agar setiap aparatur selalu mengedepankan empati dan menjauhi sikap arogan saat membereskan urusan rakyat.
Bagi para abdi negara ini, siraman rohani singkat di pertengahan jam kerja diakui menjadi oase yang menyejukkan sekaligus me-recharge energi batiniah. Rutinitas melayani masyarakat yang padat seringkali memicu kepenatan mental, sehingga asupan nilai-nilai keagamaan sangat dibutuhkan untuk merawat kewarasan dan kedamaian hati. Ketulusan yang dipupuk lewat majelis ilmu sederhana ini terbukti mampu menepis rasa lelah dan menggantinya dengan senyuman tulus saat menuntaskan berkas permohonan warga.

Tradisi baik yang terus dihidupkan oleh Kemenag Klaten ini pada akhirnya bermuara pada satu pencapaian utama, yakni menghadirkan birokrasi yang benar-benar bekerja dengan nurani. Masyarakat akan langsung merasakan dampak positif dari para petugas yang memiliki ketenangan jiwa dan kesabaran ekstra dalam merespons setiap keluhan administrasi keagamaan. Melalui penguatan mental di bulan mulia ini, Kemenag Klaten memastikan bahwa urusan birokrasi tidak akan melambat, melainkan justru semakin humanis dan membawa berkah bagi semua.
























