
Humas (Klaten) — Acara pembinaan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) digelar di MTsN 8 Klaten, Rabu (11/2). Langkah ini diambil untuk memastikan para siswa yang tersebar di empat lokasi kampus madrasah tersebut mendapatkan layanan pendidikan terbaik yang relevan dengan tuntutan zaman.
Kegiatan strategis ini menghadirkan Kepala Kantor Kemenag Klaten, Khumaidin, sebagai narasumber utama yang didampingi Kasubbag TU, Agus Susanto, serta Kasi Pendidikan Madrasah, Agus Widakdo. Kehadiran jajaran pimpinan ini menjadi bukti keseriusan instansi dalam mengawal mutu pengajaran di salah satu madrasah terbesar di wilayah Klaten tersebut. Sinergi langsung antara pejabat pengambil kebijakan dan pelaksana di lapangan diharapkan mampu melahirkan inovasi baru dalam metode pembelajaran sehari-hari.

Dalam paparannya, Khumaidin menekankan bahwa madrasah tidak boleh kaku dan harus bergerak dinamis merespons perubahan teknologi serta sosial di tengah masyarakat. “Penting bagi kita membangun ekosistem pendidikan yang dapat mengikuti perkembangan zaman, khususnya di madrasah, agar lulusan kita memiliki daya saing tinggi dan karakter yang kuat,” tegasnya di hadapan para peserta. Visi ini menjadi landasan agar madrasah tetap menjadi kepercayaan utama orang tua dalam menyekolahkan anak-anaknya.
Keunikan MTsN 8 Klaten yang mengelola empat wilayah kampus sekaligus menuntut manajemen yang solid demi pemerataan kualitas pendidikan. Khumaidin mendorong agar setiap kampus mampu memaksimalkan potensi unik para siswanya sehingga memberikan dampak langsung dan nyata bagi lingkungan sekitar. Tidak boleh ada ketimpangan fasilitas maupun kualitas ajar antar-kampus demi keadilan akses pendidikan bagi seluruh warga Klaten

Forum ini juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi terbuka untuk membedah tantangan riil dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan ramah anak. Para guru diajak merumuskan solusi konkret agar madrasah benar-benar menjadi rumah kedua yang menyenangkan bagi peserta didik. Dengan demikian, harapan masyarakat akan hadirnya lembaga pendidikan yang aman, humanis, dan berprestasi dapat terwujud dengan baik.
























