Jajaran pimpinan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten melakukan pembinaan bagi guru dan pegawai ASN di MTsN 1 Klaten pada Selasa (24/2). Langkah ini diambil untuk memastikan proses pendidikan di madrasah benar-benar menyentuh aspek kemanusiaan dan kebutuhan riil para siswa.
Kepala Kantor Kemenag Klaten, Khumaidin, hadir secara langsung didampingi Kasubbag TU, Agus Susanto, serta Kasi Pendidikan Madrasah, Agus Widakdo, untuk memantau kualitas SDM di sekolah tersebut. Kehadiran para pimpinan ini menjadi simbol dukungan penuh negara dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak yang luhur. Sinergi ini diharapkan mampu membawa perubahan besar pada cara madrasah melayani kebutuhan belajar anak-anak di wilayah Klaten.

Dalam arahannya, Khumaidin mengingatkan para pendidik untuk tidak kaku dalam menghadapi gempuran teknologi dan perubahan karakter generasi muda saat ini. Ia mendorong penerapan pendekatan yang lebih hangat melalui metode pengajaran yang mengedepankan kasih sayang demi kenyamanan siswa. “Guru dan para pegawai di madrasah harus adaptif dengan zaman dan mampu menyelaraskan program kementerian melalui kurikulum berbasis cinta agar anak didik kita merasa dihargai dan bahagia saat belajar,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi serta memperluas wawasan para guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang inklusif. Pengetahuan yang didapat akan diaplikasikan langsung di ruang kelas guna menjawab tantangan pendidikan yang semakin dinamis dan kompleks. Profesionalisme yang dibalut dengan nilai-nilai religius ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan moto besar “Kemenag Berdampak” bagi seluruh masyarakat.

Melalui pembinaan ini, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat berupa transformasi pendidikan madrasah yang lebih ramah anak dan berkualitas tinggi. Orang tua siswa kini dapat merasa lebih tenang karena anak-anak mereka berada di tangan pendidik yang terus mengasah diri demi masa depan generasi bangsa. Kemenag Klaten berkomitmen untuk terus menghadirkan wajah pendidikan yang humanis, modern, dan tetap teguh pada nilai-nilai ketauhidan.

























