Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi berakhlak mulia melalui jaminan kesejahteraan para pendidik. Hal ini diwujudkan lewat sosialisasi petunjuk teknis pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) Pendidikan Agama Islam (PAI) tahun 2026 pada Rabu (25/2/) di Aula Al-Ikhlas.
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Klaten, Khumaidin, dengan didampingi Kepala Seksi PAI, Retna Fithrotin. Ratusan guru agama Islam dari berbagai wilayah hadir untuk menyamakan persepsi terkait hak serta kewajiban mereka sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Sinergi yang terbangun dalam forum ini diharapkan bermuara pada peningkatan semangat mengajar yang akan langsung dirasakan oleh para siswa di ruang kelas.

Dalam arahannya, Khumaidin menekankan pentingnya transparansi regulasi agar para tenaga pendidik ini bisa fokus penuh pada tugas mulia membimbing anak bangsa. “Acara ini digelar agar timbul kesepahaman bersama terkait teknis pembayaran TPG tahun 2026 sesuai Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 132 Tahun 2026, sehingga bapak dan ibu guru bisa mengajar dengan lebih tenang,” ungkapnya. Kejelasan mekanisme administrasi ini menjadi kunci utama untuk mencegah kebingungan yang seringkali menyita waktu berharga para pendidik di sekolah.
Langkah konkret Kemenag ini merupakan wujud nyata kepedulian instansi dalam menyejahterakan kehidupan para guru agama yang menjadi garda terdepan penjaga moral generasi muda. Pembenahan tata kelola birokrasi tunjangan yang semakin baik ini menjadi bukti bahwa hak-hak tenaga pendidik selalu dikawal secara profesional dan transparan. Ketika kesejahteraan guru dijamin secara pasti oleh negara, kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam bagi anak-anak masyarakat dipastikan akan jauh lebih optimal.

Pada akhirnya, tata kelola yang bersih dan berpihak pada kesejahteraan pendidik ini akan membawa dampak positif yang sangat luas bagi peradaban warga Klaten. Orang tua murid kini dapat merasa lebih bersyukur karena putra-putrinya dibimbing oleh pendidik yang hidupnya sejahtera, bekerja ikhlas, dan berdedikasi tinggi. Kementerian Agama berkomitmen agar ikhtiar baik ini menjadi jalan keberkahan yang terus menghadirkan generasi penerus cerdas berkarakter kuat di masa depan.
























