
Humas (Klaten) — Upaya memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat terus dilakukan Kementerian Agama Kabupaten Klaten. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan dan pendataan perpustakaan masjid yang digelar pada Rabu (3/11/2025) di Aula PLHUT Kabupaten Klaten.
Kegiatan tersebut bertujuan mendorong masjid agar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang belajar dan pusat literasi bagi masyarakat. Melalui pembinaan ini, Kemenag Klaten ingin memastikan pengelolaan perpustakaan masjid berjalan lebih tertata, terdata, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi jamaah, terutama generasi muda.

Dalam sambutannya, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Wahib, yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Klaten, menegaskan pentingnya revitalisasi peran masjid di era sekarang. “Masjid harus kembali menjadi pusat peradaban. Di zaman yang serba modern seperti saat ini, masjid memiliki peluang besar untuk menjadi ruang yang menghidupkan nilai-nilai ilmu, keagamaan, dan kemasyarakatan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan perpustakaan masjid dapat menjadi pintu bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan potensi diri. Melalui akses bacaan yang baik, generasi muda memiliki kesempatan untuk tumbuh dengan wawasan yang lebih luas sekaligus menumbuhkan kecintaan pada literasi dan nilai keagamaan.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Klaten berharap pengurus dan takmir masjid semakin berdaya dalam mengelola layanan perpustakaan yang inklusif, relevan, dan bermanfaat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi masjid sebagai ruang pembelajaran sepanjang hayat serta mempererat hubungan masjid dengan masyarakat sekitar.























